M365Con 2027 – konferensi online gratis · 11–22 Jan 2027 · 120 sessions→ m365con.net

Blog · Mirko Peters

Microsoft Purview Data Map vs Unified Catalog: Apa Bedanya?

By ·

Temukan perbedaan utama antara Microsoft Purview Data Map dan Unified Catalog, dan pelajari bagaimana keduanya mendukung tata kelola data cloud yang efektif.

Automatically translated with AI from the original post. Read the English original

Cover: Microsoft Purview Data Map - Simply Explained

Memahami perbedaan antara Microsoft Purview Data Map dan Unified Catalog sangat penting untuk tata kelola cloud yang efektif. Data Map berperan sebagai inventaris teknis otomatis yang menangkap metadata di seluruh sistem perusahaan Anda, sedangkan Unified Catalog menyediakan lapisan pencarian dan penemuan yang ramah bisnis. Lapisan ini membantu pengguna menemukan produk data tepercaya, definisi, dan pemiliknya tanpa perlu menelusuri nama server yang rumit atau tabel database.

Poin Penting

Membedah Microsoft Purview Data Map

Seiring organisasi berkembang melalui merger, akuisisi, dan transformasi digital yang cepat, penyebaran data tak terelakkan. Spreadsheet disalin, database dibuat untuk proyek sementara, dan laporan diekspor ke drive lokal. Dalam kondisi seperti ini, tim TI menghadapi tantangan visibilitas yang besar. Anda tidak dapat melindungi, mengatur, atau mengelola sesuatu yang tidak Anda ketahui keberadaannya.

Di sinilah inventaris teknis berperan. Microsoft Purview Data Map berfungsi sebagai mesin dasar yang terhubung ke sumber data Anda, baik yang berada di database Azure, Microsoft Fabric, file share on-premises, maupun lingkungan cloud eksternal, lalu mengkatalogkan metadata strukturalnya. Data Map mencatat nama tabel, skema kolom, lokasi, dan properti teknis tanpa memaksa Anda memindahkan penyimpanan yang mendasarinya. Database Azure Anda tetap berada di Azure, dan data Fabric Anda tetap berada di Fabric; Data Map hanya membuat peta menyeluruh tentang bagaimana semuanya saling terhubung.

Peran Metadata Teknis

Metadata secara harfiah adalah data tentang data. Dalam konteks Data Map, metadata mencakup nama sistem, struktur database, definisi skema, dan jejak lineage teknis. Meskipun informasi ini sangat berharga bagi administrator database, arsitek cloud, dan insinyur data, informasi ini menjadi hambatan besar bagi pengguna bisnis sehari-hari. Analis keuangan yang mencari data harga kuartalan yang telah disetujui tentu tidak ingin mengkueri nama server atau menguraikan identifier tabel yang membingungkan seperti SQL_PROD_FIN_REV_v2.

Menjembatani Kesenjangan dengan Unified Catalog

Penemuan teknis saja tidak menyelesaikan masalah bisnis terkait kepercayaan data. Ketika beberapa spreadsheet memiliki nama yang hampir identik tersebar di SharePoint, Teams, dan lampiran email, karyawan membuang banyak waktu berharga untuk memastikan angka mana yang akurat. Rapat pimpinan pun berubah menjadi perdebatan tentang laporan siapa yang benar, alih-alih sesi perencanaan strategis.

Unified Catalog berada tepat di atas Data Map untuk mengatasi masalah ini. Katalog ini mengubah aset teknis menjadi produk data yang mudah dipahami dan berfokus pada kebutuhan bisnis. Alih-alih mencari di berbagai folder, pengguna bisnis dapat mencari produk data yang telah dikurasi di Unified Catalog, seperti "Monthly Pricing Analytics", yang mengemas tabel sumber, dataset Fabric yang sudah dibersihkan, dan aset pelaporan resmi menjadi satu item yang mudah ditemukan.

Menambahkan Makna dengan Glosarium dan Domain

Menemukan dataset hanyalah separuh dari perjuangan; pengguna juga harus memahami makna data tersebut. Departemen yang berbeda sering kali mendefinisikan istilah kunci secara berbeda. Misalnya, Penjualan mungkin mendefinisikan "pelanggan aktif" sebagai siapa pun yang melakukan pembelian dalam bulan berjalan, sedangkan Keuangan menggunakan jendela dua belas bulan terakhir. Unified Catalog menyertakan glosarium bisnis terpusat untuk menetapkan definisi bersama di seluruh organisasi.

Selain itu, katalog ini mengelompokkan aset ke dalam domain tata kelola, seperti Keuangan, Penjualan, atau SDM, dan menetapkan kepemilikan data yang jelas. Dengan adanya pemilik yang ditunjuk, ambiguitas data yatim piatu dapat dihilangkan, sekaligus menyediakan titik kontak langsung untuk pertanyaan terkait kelayakan penggunaan, tujuan penggunaan, dan permintaan akses.

Cara Data Map dan Unified Catalog Bekerja Sama

Untuk mengelola informasi perusahaan secara efektif, organisasi harus menerapkan kedua lapisan dalam ekosistem Purview secara bersamaan. Anggap Data Map sebagai ruang mesin, dan Unified Catalog sebagai anjungan kapal.

Tanpa pemindaian otomatis dan pelacakan silsilah dari Data Map, katalog tidak akan memiliki sumber data yang dapat ditampilkan. Tanpa antarmuka yang ramah pengguna, kemampuan pencarian, dan konteks bisnis dari Unified Catalog, Data Map akan tetap menjadi buku besar teknis yang menakutkan dan hanya dipakai oleh spesialis TI. Bersama-sama, keduanya memberikan visibilitas, kepercayaan, dan konteks yang diperlukan untuk mendukung proses bisnis modern serta inisiatif AI yang berkembang secara aman.

Kesimpulan

Bermigrasi ke lingkungan cloud yang aman membutuhkan lebih dari sekadar mengamankan endpoint dan mengelola identitas pengguna melalui Microsoft Entra ID. Organisasi harus membangun visibilitas dan kepercayaan penuh atas aset data mereka untuk mencegah kesalahan yang mahal serta memberdayakan para pengambil keputusan. Untuk mendalami cara Microsoft Purview membantu organisasi menemukan, memahami, dan mengelola data perusahaan, dengarkan episode lengkapnya di M365 FM Podcast.

Microsoft Purview Microsoft Fabric Governance

Related articles

RSS